CIKARANG MEMIKAT
“Dengan adanya perkembangan kawasan yang sedemikian pesat, membuat tingkat permintaan untuk hunian juga ikut meningkat”
munculnya sebuah kawasan industry sejatinya dimaksudkan
untuk memberikan kemudahan bagi para investor
untuk memperoleh lahan industri dalam menjalani proses bisnis. Kawasan industri
di latar belakangi tekad pemerintah untuk menciptakan iklim investasi yang
lebih baik melalui penyediaan lokasi industri yang telah siap pakai dan
didukung sarana dan prasarana yang lengkap berorientasi pada kawasan yang ramah
lingkungan. Pemerintah memasang target bahwa pertumbuhan industri tahun 2016
ini mencapai 5,7 persen. Target ini dilandasi atas target pertumbuhan ekonomi
nasional yang tahun ini diperkirakan mencapai 5,3 persen. Merujuk data Kementrian
Perindustrian (Kemenperin), kawasan industri saat ini telah menyumbang
setidaknya 40 persen dari nilai total ekspor non migas dan menarik investasi
sebesar 60 persen dari total investasi sektor industri. Khusus Provinsi Jawa
Barat, kawasan industri Cikarang yang
masuk dalam wilayah Kabupaten Bekasi menjadi area perlintasan paling ramai
dengan jumlah lintasan kendaraan per harinya mencapai 250 ribu di ruas tol
Jakarta Cikampek. Ali Tranghanda, pengamat property Dari Indonesia Property
Watch (IPW) Ali Tranghanda memproyeksikan Kawasan Cikarang punya peluang
besar menjadi basis ekonomi baru. Hadirnya ekspatriat ke kawasan Cikarang membuka
peluang tingginya permintaan hunian dan tempat tinggal yang disesuaikan dengan
kebutuhan gaya hidup mereka. Posisi Cikarang ke depan akan semakin vital karena
saat ini pemerintah berencana membangun dua proyek infrastruktur strategis
yaitu Karawang International Airport dan Cilamaya Deep New Port. Sedangkan
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan segera membangun Double-Double Track
untuk Kereta Api Listrik (KRL) Manggarai Cikarang yang akan beroperasi pada
2018 mendatang. Sebagai informasi, Cikarang saat ini merupakan ibukota
Kabupaten Bekasi. Wilayah Kota Cikarang terbagi dalam lima bagian, yakni Cikarang
Pusat, Cikarang Barat, Cikarang Timur, Cikarang Utara dan Cikarang Selatan
KAWASAN PRIMADONA
Pesatnya perkembangan industri di wilayah ini, membuat nama Cikarang masuk sebagai kawasan primadona. Sejumlah negara sebut saja; Singapura, Amerika Serikat, Jerman, Korea, Jepang,
China, Malaysia, Taiwan dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah sudah
menanamkan investasinya di kawasan
industri tersebut. Seiring dengan menjamurnya pabrik-pabrik baru di kawasan ini, kebutuhan
tenaga listrik menjadi sangat penting. Guna mendukung sarana kelistrikan maka
berdiri PT Cikarang Listrindo, sebagai perusahaan penyedia listrik utama di wilayah
Cikarang dan Cibitung. Setiap tahunnya, Cikarang Listrindo meningkatkan
kapasitas pembangkitnya yang semula sebesar 60 MW saat didirikan tahun 1992,
akan menjadi 1500 MW tahun 2017 mendatang. Selain sarana kelistrikan, lahan
seluas 200 hektare di kawasan Jababeka dipergunakan untuk dry port yang
dinamakan Cikarang Dry Port. Cikarang Dry Port menawarkan layanan
satu atap untuk penanganan kargo serta solusi logistik untuk ekspor dan impor
internasional, demikian pula untuk distribusi domestik. Cikarang Dry Port
menyediakan pelabuhan serta jasa logistik yang terintegrasi dengan
puluhan perusahaan logistik dan supply chain; seperti
eksportir, importir, pengangkut, operator terminal, stasiun kontainer, gudang,
transportasi, logistik pihak ketiga (3PL), depo kontainer kosong, serta bank
dan fasilitas pendukung lainnya. Sebagai perpanjangan pintu gerbang Pelabuhan Internasional
Tanjung Priok, segala macam dokumen serta perizinan dapat diselesaikan di dalam
Cikarang Dry Port. Investasi properti di Cikarang dapat dilihat dari
permintaan lahan hunian vertikal yang cukup besar, tingginya demand market
rental per bulannya di wilayah Cikarang. Pergerakan nilai property yang
dihitung per M2 nya makin naik per tahunnya. Hal inilah yang menjadikan kawasan Cikarang sangat
memikat bagi para investor dan end user, baik yang memburu properti sebagai
investasi maupun untuk hunian. Timbulnya
potensial
market besar diakibatkan dari tumbuhnya kawasan industri,
serta banyak berdirinya pabrik-pabrik multinasional yang berada di Cikarang,
terutama dari investor Asia, dibangun di
dalamnya. “Posisi Cikarang ke depan akan
semakin vital karena saat ini pemerintah berencana membangun dua proyek infrastruktur
strategis yaitu Karawang International Airport dan Cilamaya Deep New Port”. Dengan pesatnya perkembangan perekonomian di Cikarang, membuat
nilai property diwilayah tersebut menjadi naik setiap per tahunnya. Banyak
Investor tergiur dengan property yang terdapat di wilayah Cikarang, karena
tidak mau ketinggalan momen tersebut. Mereka melihat banyaknya kawasan baru
yang tumbuh di kawasan industri baru dan
pabrik multinasional baru. Hal tersebut
menjadi momentum bagi para investor untuk berinvestasi properti di Cikarang
Comments
Post a Comment