Internasional Womens Day



Pada setiap tanggal 8 Maret sangat penting bagi kaum perempuan di dunia internasional. Dirayakan sebagai Hari Perempuan Internasional. Berbagai bentuk perayaan pun dilakukan di hampir seluruh bagian. Dari sekadar berbentuk rasa hormat, pemberian aspirasi, hari libur, hingga perayaan berbau politik dan ekonomi. Mengapa kita perlu peringati Hari Perempuan International? Menurut Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), setidaknya ada 5 isu yang patut diperhatikan khususnya pada kesempatan ini, yang meliputi:

1.      Kasus pelanggaran HAM masa lalu
Pemerintah masih belum mengambil sikap kepada perempuan-perempuan korban pelanggaran HAM masa lalu yang hingga kini masih menanti keadilan.

2.      Pernikahan anak
Pernikahan anak di Indonesia menempati posisi kedua tertinggi setelah Kamboja. Karena pemerintah masih melegalkan pernikahan anak yang diatur dalam Undang-Undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan. Dampak pernikahan anak sangat berbahaya bukan hanya bagi kesehatan tapi juga mental anak.

3.      Keterwakilan Perempuan
Jumlah perempuan di kursi DPR RI baru sebesar 17.32%.

4.      Kekerasan terhadap pekerja rumah tangga
Pada saat ini tingkat kekerasan pada pekerja rumah tangga semakin meningkat setiap tahunnya. Dilansir pada organisasi JALA PRT.

5.      Pelecehan seksual dan pemerkosaan
Masih banyak masyarakat yang menyalahkan korban pelecehan seksual atas gaya berpakaian mereka. Kebanyakan dari mereka juga masih menganggap ini hal yang sangat sepele.



Comments